Selasa, 14 Desember 2010

Pembatasan Premium Picu Inflasi ???

Badan Pusat Statistik (BPS) bilang kalo rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun 2011 tu bisa mempengaruhi tingkat inflasi langsung atau direct inflation nggak mempengaruhi tingkat inflasi secara keseluruhan. Tapi, BPS menilai dengan syarat angkutan umum atau kendaraan plat kuning nggak ikut dalam pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Ia njelasin, nantinya pembatasan BBM bersubsidi bagi plat hitam tersebut itu akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga sehingga yang terjadi merupakan inflasi langsung yang tidak terpengaruh terhadap inflasi keseluruhan. "Jadi kalau plat hitam saja ya pastinya memperngaruhi konsumsi BBM rumah tangga dan ini yang terjadi direct inflation sehingga nggak ada multiplier effectnya karena kalau," tuturnya.

Besaran dari direct inflation ini, lanjut Rusman, baru bisa diprediksikan berapa besarannya setelah mendata konsumsi BBM bersubsidi di rumah tangga.

Namun, Rusman bilang inflasi justru akan berpengaruh ketika angkutan umum juga diwajibkan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. "Sudah pasti angkutan umum akan menaikkan harga. Kemudian pengaruh ke harga barang dan jasa naik. Itu kalau plat kuning tidak menggunakan BBM bersubsidi," tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.

Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih...